HARI
IBU
Assalamualaikum,
wr. wb.
Yang
terhormat bapak kepala sekolah SMP Negeri 02 Losari. Yang saya hormati bapak
dan ibu guru beserta staf TU SMP Negeri 02Losari. Yang terhormat teman-teman
kelas VII - IX. Mari kita sejenak bersyukur atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat yang luar biasa. Tak luput juga mari kita panjatkan sholawat
serta salam kehadirat Nabi kita, Nabi Muhammad SAW yang menuntun kita menuju
jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Ibu,
tiga huruf yang merujuk kepada sesosok hamba tuhan yang mulia. Ibu, tiga huruf
merujuk pada suatu peran pemberi kasih sayang yang tak mengenal akhir. Ibu,
tiga huruf merujuk pada semua kenikmatan yang kita rasakan sekarang bermula
darinya. Ibu, hanya ibu tinga huruf yang merujuk pada sesorang yang pantas
dimuliakan oleh anak-anaknya. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini dan untuk
memperingati hari Ibu, saya ingin menyampaikan beberpa kata terima kasih
untuknya melalui pidato ini.
Hadirin sekalian
Hadirin sekalian
Bagiku,
Ibu adalah pahlawan sejati yang bersedia mengorbankan segalanya hanya untuk
kita, anaknya. Bagiku, ibu adalah sahabat terdekat yang selalu ada untuk kita,
anaknya. Bagiku, ibu adalah guru terbaik yang memberikan pelajaran bagaimana
kita, anaknya, menjalani hidup. Bagiku, ibu adalah dokter terhebat yang dengan
penuh kasih sayang merawat kita dikala kita, anaknya, sakit tak berdaya. Memang
beliau segalanya, segala peran yang beliau mainkan terasa pas dan berarti bagi
kita, anaknya.
Kita lahir ke dunia karenanya, kita tumbuh sehat atas jasanya, dan kita hidup dari pengorbanannya. Tak ternilai berapa banyak kasih sayang yang dia berikan, tak terhitung berapa banyak pengorbanan yang dia berikan hanya untuk kita, anaknya. Harapnya, kita adalah masa depan cerah dimana beliau akan bergantung. Pikirnya, kita adalah penerus cita-citanya yang belum tercapai. Anggapnya, kita adalah sumber kebanggaan hari tuanya. Tapi sejauh mana kah harapan, pikiran aggapan ibu yang kita wujudkan? Pertanya itu lah yang sekarang kita harus renungkan bersama.
Untuk itu lah pada "hari ibu" ini jadikan sebagai momentum untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya ibu bagi kita, betapa vital perannya ibu untuk kita dan betapa hebatnya figur ibu untuk kita. Momentum ini juga seakan mengingatkan kita kembali akan tugas dan kewajiban yang harus kita penuhi untuk membalas segala apa yang beliau sudah berikan, untuk mewujudkan segala apa yang beliau cita-citakan dan untuk membalas segala kasih sayang yang beliau curahkan.
Kita lahir ke dunia karenanya, kita tumbuh sehat atas jasanya, dan kita hidup dari pengorbanannya. Tak ternilai berapa banyak kasih sayang yang dia berikan, tak terhitung berapa banyak pengorbanan yang dia berikan hanya untuk kita, anaknya. Harapnya, kita adalah masa depan cerah dimana beliau akan bergantung. Pikirnya, kita adalah penerus cita-citanya yang belum tercapai. Anggapnya, kita adalah sumber kebanggaan hari tuanya. Tapi sejauh mana kah harapan, pikiran aggapan ibu yang kita wujudkan? Pertanya itu lah yang sekarang kita harus renungkan bersama.
Untuk itu lah pada "hari ibu" ini jadikan sebagai momentum untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya ibu bagi kita, betapa vital perannya ibu untuk kita dan betapa hebatnya figur ibu untuk kita. Momentum ini juga seakan mengingatkan kita kembali akan tugas dan kewajiban yang harus kita penuhi untuk membalas segala apa yang beliau sudah berikan, untuk mewujudkan segala apa yang beliau cita-citakan dan untuk membalas segala kasih sayang yang beliau curahkan.
Terima
kasih ibu, atas segala sesuatu yang kau berikan dan atas segala sesuatu yang
kau korbankan. Kami berjanji, akan kami balas kasih sayang yang telah kau
berikan, akan kami wujudkan segala harapan yang kau impikan. Terima kasih ibu,
jasa mu akan selalu kami ingat, tawa tangis mu akan selalu kami kenang dan cita-cita
mu akan selalu kami usahakan. Kau lah segalanya, Ibu.
Mari
kita ingat jasa-jasanya, mari kita usahakan cita-citanya, mari kita jadikan
beliau bangga. Semoga hari ini menjadi awal bagi kita untuk terus memberikan
kasih sayang kepada makhluk mulia itu, IBU. Terima kasih.
Waalikumsalam, wr. wb.